Inilah Gejala Tubuh Anak Terinfeksi Vaksin Palsu

Beredarnya berita tentang adanya vaksin palsu, tentu mengkhawatirkan, terutama bagi para orang tua. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk mengetahui gejalanya. Inilah gejala tubuh anak terinfeksi vaksin palsu.

Belum lama, kasus mengenai adanya vaksin palsu terungkap. Tetapi, walau kasus vaksin palsu meresahkan orang tua, namun masalah ini jangan sampai membuat orangtua enggan membawa anaknya untuk imunisasi. Tentu kita ingin tahu apa akibatnya kalau anak telah mendapatkan vaksin palsu itu ?

Mengenai hal ini, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD yang adalah seorang vaksinolog mengatakan bahwa resiko terberatnya adalah bahwa anak terkena infeksi. Pembuatan vaksin palsu tersebut, tentu saja tidaklah steril serta tidak mengikuti prosedur seperti pembuatan vaksin asli.

“Tentu dengan cara tidak steril, bisa banyak kuman. Kalau cairan penuh kuman ini disuntikkan ke tubuh, orang bisa infeksi,” kata vaksinolog lulusan University of Siena, Italy ini seperti dikutip dari Kompas.com.

Inilah Gejala Tubuh Anak Terinfeksi Vaksin Palsu

Inilah gejala tubuh anak terinfeksi vaksin palsu

Nah, tentang gejala infeksinya sendiri antara lain terjadi demam tinggi yang disertai dengan laju nadi yang cepat, kemudian mengalami sesak napas, dan juga anak menjadi sulit makan. Kalau anak hanya mengalami demam saja setelah mendapatkan vaksin, maka orangtua tidak perlu khawatir, karena beberapa vaksin, memang dapat menyebabkan anak mengalami demam.

Lebih lanjut dr Dirga mengungkapkan, kalau terakhir kali vaksinasi pada 2 minggu yang lalu dan tidak muncul gejala tersebut, kemungkinan besar anak tidak terkena infeksi. Dirga juga berkata, dampak lain dari pembuatan vaksin palsu juga tergantung bahan apa yang digunakan.

“Puslabfor Polri harus menyelidiki apa yang dicampurkan di vaksin palsu itu. Dari situ bisa kita cari, ada enggak laporan masyarakat yang setelah vaksinasi mengalami gejala tersebut,” ujar Dirga.

Kalau seorang anak mendapatkan vaksin palsu, maka tentu saja, vaksin ini tidak akan memberi perlindungan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu.

Baca juga :

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*